AbstractTeenagers are one of the groups that are very vulnerable to be swept along, they are looking for identity and lifestyle that is most suitable for him. It is not uncommon to cause mistakes and the mistakes they do often cause parents concerns and feelings that are uncomfortable for their environment. These mistakes are what are often referred to as juvenile delinquency. Juvenile delinquency is also known as deviant behavior, namely by the participation of a teenager in illegal behavior. This then reaps the response of the public that these behaviors should not be done by adolescents so that it gives rise to stigma/labels against these adolescents. The purpose of this study is to provide an explanation of the factors underlying the occurrence of juvenile delinquency and provide an overview of the influence of community stigma/labels on juvenile delinquency. the approach used in this paper is qualitative. By using a qualitative approach, it is possible to obtain data especially on stigma or labels, and their effects on juvenile delinquency. The results of the study are that two factors are underlying juvenile delinquency, namely factors originating from the external and factors originating from the internal. Then the label given to a person can influence his behavior, which most of the application of negative labels and stigma (such as criminal), increases deviant behavior and becomes a self-concept.AbstrakRemaja adalah salah satu kelompok yang sangat rentan ikut terbawa arus, mereka sedang dalam fase pencarian jati diri dan jalan hidup yang paling cocok bagi mereka. Yang mana hal ini tidak jarang menimbulkan kesalahan dan kesalahan yang diperbuatnya tidak jarang menyebabkan kekhawatiran orangtua serta menimbulkan perasaan yang tidak nyaman bagi lingkungan mereka. Kesalahan-kesalahan ini lah yang sering disebut dengan istilah kenakalan remaja. Kenakalan remaja dikenal juga sebagai penyimpangan perilaku yaitu dengan berpartisipasinya seorang remaja dalam perilaku ilegal. Hal inilah kemudian menuai tanggapan masyarakat bahwa perilaku-perilaku tersebut tidak seharusnya diperbuat oleh remaja sehingga memunculkan stigma/label terhadap remaja tersebut. Adapun penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja serta memberi gambaran tentang pengaruh stigma/ label masyarakat terhadap kenakalan remaja. pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dimungkinkan untuk mendapatkan data terutama mengenai stigma atau label serta pengaruhnya pada kenakalan remaja. Hasil dari penelitian yakni terdapat dua faktor yang melatar belakangi kenakalan remaja, yaitu faktor yang berasal dari eksternal dan faktor yang berasal dari internal. Kemudian label yang diberikan kepada seseorang dapat mempengaruhi perilakunya, yang mana sebagian besar penerapan label dan stigma yang negatif (seperti kriminal), meningkatkan perilaku yang menyimpang dan menjadi suatu konsep diri.
Copyrights © 2020