Masa perkembangan remaja merupakan masa kritis dimana terjadi peralihan perkembangan dari masa anak-anak menuju masa dewasa mengenai fungsi mental, fisik, dan psikologis dirinya. Demi mendukung remaja bisa berkembang sesuai dengan mental age-nya maka, remaja diharapkan mempunyai psychological well-being yang tinggi. Memberi peluang untuk terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat dapat meningkatkan kesediaan mereka untuk terlibat perilaku prososial di masa yang akan datang. Berdasarkan latar belakang di atas penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara perilaku prososial dengan psychological well being pada siswa kelas X di SMA Negeri 13 Medan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 142 orang. Metode pengumpulan data dengan menggunakan Skala Psychological Well Being yang disusun peneliti berdasarkan teori dari Ryff (dalam Papalia, dkk., 2005) dan Skala Prososial yang disusun peneliti berdasarkan teori dari Schoroeder dan Graziano (2015). Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment menunjukkan r = 0.371 dengan p = 0.000 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perilaku prososial dengan psychological well being pada siswa kelas X di SMA Negeri 13 Medan, semakin tinggi perilaku prososial, maka psychological well being pada siswa kelas X di SMA Negeri 13 Medan semakin tinggi.
Copyrights © 2020