Public Relations (PR) yang kini bermetamorfosa menjadi istilah “Corporate Communication(Cor.Com)†merupakan bidang yang penting bagi perusahaan. Aktivitas yang dilakukan oleh Public Relations yaitu membangun citra. Ditinjau dari perspektif organisasi, informasi atau pesan yang disampaikan oleh PR diharapkan memiliki makna positif untuk mempertahankan bahkan meningkatkan reputasi perusahaan. Namun, perusahaan tidak selalu dikelilingi hanya informasi positif saja, terkadang silih berganti bahkan beriringan dengan informasi negatif. Informasi yang belum jelas atau “isu†dapat mengganggu jalannya operasional perusahaan. Isu yang terus menerus akan berubah menjadi “krisis†perusahaan. PR sebagai ujung tombak perusahaan diharapkan mampu menangani ini. Tulisan ini berjudul “Peran Public Relations Dalam Mengatasi Krisisâ€, membahas peran Divisi Corporate CommunicationPT Krakatau Steel (PTKS) ketika dilanda krisis perusahaan. Pendekatan penelitian yaitu kualitatif, dan sebagai pisau analisis dalam penelitian ini yaitu Teori Atribusi, yang digunakan untuk membedah permasalahan perilaku organisasi, misalnya fenomena saat organisasi berada dalam situasi krisis. Metode penelitian, studi kasus dengan paradigma postpositivist. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kepustakaan yang relevan dengan pembahasan. Hasil temuan menunjukkan bahwa ketika PTKS dilanda krisis terkait kasus korupsi salah seorang pejabat di lingkungannya, isu restrukturisasi perusahaan, isu PHK sebanyak 1300 karyawan di media massa dan berita demo karyawan di media lokal dan nasional, saat itu informasi “berseliweran†di berbagai media, baik media cetak maupun media sosial yang cenderung menyudutkan perusahaan. Langkah-langkah strategis yang dilakukan Divisi Corporate Communication dalam mengatasi krisis perusahaan, yaitu Pra-Krisis,Krisis, dan Pasca-Krisis. Langkah-langkah tersebut diimplementasikan secara sangat cermat, responsif, cepat, dan tepat pada sasarannya.
Copyrights © 2019