Pengujian amonia dalam air limbah menggunakan NaOCl sebagai salah satu pereaksinya. Untuk kebutuhan pengujian kimia digunakan NaOCl dengan kualitas pro-analysis memiliki harga ekonomis lebih tinggi dibanding dengan bahan kualitas teknis. Sifat dari NaOCl sangat mudah berubah atau mengalami kerusakan sehingga selama ini menyebabkan NaOCl yang ada di laboratorium sering dilimbahkan sebelum waktu kedaluarsanya. Untuk mengurangi pembuangan bahan pereaksi yang masih tersedia dalam jumlah banyak dilakukan penggunaan bahan pereaksi alternatif, yaitu NaOCl yang terdapat pada cairan pemutih. Pemutih pakaian sebagai reagen dapat digunakan jika hasil pengujiananya tidak berbeda signifikan dengan hasil uji yang menggunakan reagen NaOCl p.a. Perbandingan kedua jenis reagen tersbut dilakukan pada penelitian ini, selanjutnya hasil diuji secara statistic dengan metode Uji T Two Sample Test. Hipotesis pada uji t ini adalah H0 = hasil uji kedua reagen sama dan H1 = hasil uji kedua reagen berbeda secara nyata. Hasil t hitung yang diperoleh pada uji t ini adalah 1,874. Sementara nilai t tabel dari kepercayaan 95% (probabilitas 0,05) dengan derajat bebas 12 adalah 2,179. Nilai dari t hitung lebih kecil dari t tabel maka H0 diterima. Artinya penggunaan reagen A (NaOCl) memiliki hasil yang sama atau tidak berbeda nyata dengan hasil yang menggunakan reagen B (pemutih pakaian), sehingga cairan pemutih pakaian layak digunakan sebagai reagen dalam pengujian amonia pada air limbah. Hal ini juga diyakinkan dengan nilai presisi dan akurasi yang diperoleh pada pengujian dengan reagen B menyatakan hasil yang memenuhi persyaratan.
Copyrights © 2020