Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
Vol 15, No 1 (2020): LOA

KEPASRAHAN HIDUP TOKOH DALAM CERPEN "TUJUAN: NEGERI SENJA" KARYA SENO GUMIRA DAN CERPEN "SEHARI MENUNGGU MAUT" KARYA ERNEST HAMINGWAY

Rika Istianingrum, Yunita Suryani, N Yeffa Afnita A, Siti Umi Hanik (Universitas Balikpapan)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2020

Abstract

Abstrak Kepasrahan merupakan salah satu bentuk dari eksistensi hidup manusia. Seperti pada tokoh dalam cerpen “Tujuan: Negeri Senja” karya Seno Gumira Ajidarma dan cerpen “Sehari Menunggu Maut” karya Ernest Hamingway yang memilih pasrah dalam memandang kematian. Tujuan penelitian dalam artikel ini untuk memberikan deskripsi perbedaan dan persamaan mengenai makna kepasrahan yang dialami seorang tokoh dalam cerpen “Tujuan: Negeri Senja” karya Seno Gumira Ajidarma dan cerpen “Sehari Menunggu Maut” karya Ernest Hamingway. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis komparatif dengan teori psikologi sastra. Teknik pengumpulan data adalah studi pustaka dengan sumber data berupa cerpen “Tujuan: Negeri Senja” karya Seno Gumira Ajidarma dan cerpen “Sehari Menunggu Maut” karya Ernest Hamingway. Teknik analisis dengan deskriptif interpretatif. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pada kedua cerpen tersebut terdapat persamaan tema cerita yaitu kematian. Perbedaanya terletak pada karakter tokoh dalam memaknai kepasrahan dengan sikap merelakan, menerima, mengatasi sesuatu, dan melakukan tindakan. Kata-kata kunci: eksistensi, kepasrahan, tokoh, cerita pendek  AbstractSurrender is one form of existence of human life. As in the characters in the short story “Tujuan: Negeri Senja” by Seno Gumira Ajidarma and the short story “Sehari Menunggu Maut” by Ernest Hamingway who chose resignation in looking at death. The purpose of the research in this article is to provide a description of the differences and similarities regarding the meaning of surrender experienced by a character in the short story “Tujuan: Negeri Senja” by Seno Gumira Ajidarma and the short story “Sehari Menunggu Maut” by Ernest Hamingway. The method used is descriptive method with comparative analysis with literary psychology theory. Data collection techniques are literature study with data sources in the form of short stories “Tujuan: Negeri Senja” by Seno Gumira Ajidarma and the short story “Sehari Menunggu Maut” by Ernest Hamingway. Analytical techniques with interpretive descriptive. The results found in this study are in the two short stories there are similarities in the theme of the story that is death. The difference lies in the character's character in interpreting surrender by giving up, accepting, organizing something, and taking action. Keywords: existence, surrender, character, short stories

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

loa

Publisher

Subject

Humanities

Description

Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh ...