Kebijakan inisiasi menyusu dini disosialisasikan Indonesia sejak Agustus 2007. WHO merekomendasikan semua bayi mendapatkan kolostrum yaitu ASI pada hari pertama dan kedua untuk melawan berbagai infeksi dan mendapatkan ASI sejak lahir selama 6 bulan. Tujuan penelitian mengetahui penatalaksanaan IMD terhadap keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Onan Hasang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik dengan desain studi cross sectional untuk melihat pengaruh inisisasi menyusu dini terhadap pemberian Asi Eksklusif dengan Kriteria inklusi penelitian adalah ibu yang melahirkan normal. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 42 responden. Hasil penelian diperoleh Mayoritas responden berdasarkan umur 20 – 35 tahun sebanyak 32 responden (76.2%) dengan hasil p= 1.00, Mayoritas responden berdasarkan pendidikan adalah berpendidikan rendah 29 (69%) dengan hasil p= 0.678, Karakteristik berdasarkan jumlah anak dengan hasil p=0.063, Mayoritas responden berdasarkan karakteristik pendapatan adalah 2 jt sebanyak 31 responden (73.8%) dengan hasil p=1.000, Mayoritas responden berdasarkan pekerjaan adalah bekerja sebanyak 23 responden (54.8%) dengan hasil p=0.000, Mayoritas responden berdasarkan pelaksanaan IMD adalah tidak dilakukan sebanyak 25 responden (59.5%) dengan hasil p=0.000. Hasil uji multivariate menunjukkan bahwa jumlah anak (paritas) p= 0.112 Exp(B) 4.808 yang artinya tidak ada pengaruh antara jumlah anak dengan pemberian ASI Eksklusif, sedangkan hasil multivariate dari pekerjaan p=0.020 Exp(B) 8.601 dan penatalaksaan IMD sebesar p=0.011 Exp(B) 11.792 yang artinya ada pengaruh antara pekerjaan dan penatalaksanaan IMD dengan Pemberian ASI Eksklusif. Saran kepada ibu agar memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya karena ASI Eksklusif lebih baik dari pada susu kaleng. ASI Ekslusif lebih baik dari pada susu kaleng. Kata Kunci : Penatalaksanaan, IMD, Pemberian, ASI Eksklusif
Copyrights © 2020