Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh mekanisme corporate governance dan struktur kepemilikan publik terhadap luas pengungkapan Enterprise Risk Management pada perusahaan manufaktur di Indonesia dan Malaysia. Sampel pada penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) dan Bursa Efek Malaysia (BM) periode 2015 – 2017. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling dan memperoleh 183 sampel di Indonesia dan 180 sampel di Malaysia. Alat analisis pada penelitian ini adalah SPSS versi 15.0. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa komisaris independen, reputasi auditor, dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap luas pengungkapan Enterprise Risk Management. Sedangkan Jumlah anggota dewan komisaris dan struktur kepemilikan publik berpengaruh negatif terhadap luas pengungapan Enterprise Risk Management di perusahaan manufaktur Indonesia. hasil analisis komisaris independen, jumlah anggota dewan komisaris, dan reputasi auditor berpengaruh positif terhadap luas pengungkapan Enterprise Risk Management. Sedangkan ukuran perusahaan dan struktur kepemilikan publik berpengaruh negatif terhadap luas pengungkapan Enterprise Risk Management perusahaan manufaktur di Malaysia.
Copyrights © 2020