Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan pertambahan jumlah sampah di Indonesia. Sampah harus dikelola dengan baik supaya tidak menimbulkan penyakit bagi masyarakat di lingkungan sekitar sampah. Salah satu solusi untuk mengurangi timbulan sampah adalah melakukan composting. Komposting adalah proses penguraian materi organik dengan bantuan mikroorganisme. Waktu umum untuk pengomposan adalah 3 sampai 4 bulan. Untuk mempecepat waktu kompos dapat menggunakan aktivator seperti molase (tetes tebu), EM4, dan cairan lindi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivator molase, EM4, dan lindi dalam kompos Takakura terhadap tinggi dan jumlah daun tanaman cabai. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Proses pengomposan dilakukan selama 37 hari dan monitoring pada tanaman selama 11 hari. Analisis dilakukan secara deskriptif dan statistik. Uji T dan Uji Mann Whitney dilakukan untuk mengetahui pengaruh aktivator terhadap tinggi dan jumlah daun tanaman cabai. Hasil dari penelitian iniĀ menunjukkan adanya pengaruh antara aktivator molase dan EM4 pada jumlah daun tanaman cabai, dan tidak ada pengaruh antara aktivator lindi pada jumlah daun tanaman cabai. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak adanya pengaruh dari semua aktivator (molase, EM4 dan lindi terhadap tinggi dan jumlah daun tanaman cabai.
Copyrights © 2020