ABSTRAKKemajuan teknologi di berbagai bidang telah mempermudah kegiatan manusia dalam melakukan aktifitasnya, terutama di dalam bidang teknologi mesin. Hampir semua manusia menggunakan teknologi mesin disetiap harinya, seperti berkendara dengan mobil atau sepeda motor, mesin ? mesin kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik memerlukan minyak pelumas atau yang sering disebut dengan oli. Banyak minyak bekas atau oli bekas yang dihasilkan dari kendaraan bermotor dan mobil sering kali menimbulkan permasalahan baru. Penanganan minyak pelumas atau oli yang sudah tidak terpakai sering kali dilakukan dengan cara asal ? asalan ( dengan cara disimpan atau dengan cara dibuang sembarangan), dan hal ini sangat berbahaya, karena oli bekas ini termasuk limbah berbaya dan beracun (B3). Merubah oli bekas menjadi bahan bakar adalah salah satu solusi untuk menangani permasalahan diatas, yaitu dengan mencampur oli bekas dengan ekstek belimbing wuluh. Dalam penelitian ini, jenis oli bekas yang digunakan adalah oli bekas SAE 15W-40 dengan variabel persentase campuran ekstak belimbing wuluh sebesar 10%, 20% dan 30%, dan variabel terikat yang diteliti disini adalah sifat fisik, yang meliputi nilai viskositas, kalor dan flash point, sedangkan bahan bakar yang dihasilkan adalah bahan bakar untuk diesel. Dari penelitian ini didapat bahwa, dengan menambahkan ektrak belimbing wuluh kedalam oli bekas akan membuat nilai viskositas dan flash point menjadi turun, sedangkan untuk nilai kalornya menjadi naik.Keywords ; Limbah Oli, Ektrak Belimbing Wuluh, Sifat Fisik.
Copyrights © 2019