Ketersediaan air akan semakin langka karena pemanfaatannya semakin meningkat. Kondisi ini akan mempengaruhi keberlangsungan irigasi di Bali yang dikelola melalui sistem subak. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengelolaan air irigasi yang efisien dan efektif guna menjamin pengelolaan usahatani di lahan sawah. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan sistem fisik dan sosial subak dalam pengelolaan irigasi di Bali. Perangkat irigasi sistem subak meliputi perangkat fisik dan non fisik. Perangkat fisik terdiri atas bangunan dan saluran sampai lahan sawah. Perangkat fisik di dalamnya termasuk bangunan suci. Kemudian, perangkat non fisik meliputi organisasi subak serta aturan subak yang disebut awig-awig.Pengelolaan air irigasi sistem subak dilakukan dengan pendekatan konsensus dan konsep harmoni. Penanaman padi pada musim hujan disepakati dengan sistem serempak, sedangkan pada musim kemarau dilakukan pergiliran tanam untuk padi dan palawija. Jika debit air tidak mencukupi, sebagian lahan diberakan dan guna menjamin suasana harmoni tetap dilakukan sistem peminjaman air antar petani. Key words: subak, irrigasi, konsensus dan harmonisÂ
Copyrights © 2013