DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO

PENERAPAN TRI HITA KARANA PADA SUBAK KELAWANAN, DESA BLAHBATUH, KECAMATAN BLAHBATUH, KABUPATEN GIANYAR

Utari, I Gusti Ayu Wahyu (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Nov 2017

Abstract

Sistem irigasi di Bali ditata dengan menggunakan pola tradisional yang dikenal dengan istilah â??Subakâ?. Bila dikaitkan dengan konsepsi Tri Hita Karana, subak merupakan suatu masyarakat hukum adat yang memiliki karakteristik sosio-agraris-religius. Selain itu, dengan konsep Tri Hita Karana diharapkan agar subak di Bali berusaha menjaga keserasian dan keharmonisan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui penerapan konsep Tri Hita Karana pada subak atau masyarakat petani di Subak Kelawanan, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar; (2) mengetahui manfaat dari penerapan konsep Tri Hita Karana pada Subak Kelawanan, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar; dan (3) mengetahui kendala-kendala yang ada dalam penerapan Tri Hita Karana di Subak Kelawanan, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilakukan di Subak Kelawanan, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan metode â??purposive samplingâ? . Jumlah petani sampel yang diambil adalah sebanyak 41 dari 70 populasi, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling.Hasil penelitian yang diperoleh adalah penerapan konsep Tri Hita Karana dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu : (1) Parhyangan, yang ditunjukan dengan adanya Pura Subak serta tatanan upacara dalam bercocok tanam yang dilakukan baik perorangan maupun secara bersama oleh Krama Subak; (2) Pawongan, yang ditunjukan dengan adanya konsep kebersamaan seperti gotong-royong dan rapat anggota subak; dan (3) Palemahan, yang ditunjukan dengan adanya perbaikan sistem irigasi serta pembagian pola tanam. Manfaat yang diharapkan dengan menerapkan konsep Tri Hita Karana adalah mendapatkan ketenangan pikiran; meningkatnya hasil produksi; serta tanaman terhindar dari hama dan penyakit. Adapun yang menjadi kendala-kendala adalah adanya alih fungsi lahan sawah menjadi tempat pemukiman; kegiatan subak yang sudah mulai berkurang; dan pencarian dewasa ayu dalam bercocok tanam.Kata Kunci : subak, Tri Hita Karana, upacara, gotong-royong

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

dwijenagro

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas ...