Biofilm adalah sekumpulan mikroorganisme yang menempel dalam suatu permukaan dengan perantara matrik eksoplisakarida. Mikroorganisme dalam bentuk biofilm ternyata menjadi sumber kontaminasi sekunder di dalam produk pangan. Kenyataan ini menjadi latar belakang utama bagi peneliti mikrobiologi pangan untuk mempelajari biofilm. Penelitian biofilm bagi sebagian peneliti sangat identik dengan kerumitan proses penghitungan dan visualisasi penutupan permukaan substrat penempelan bakteri. Penelitian ini ditujukan untuk menghitung dan memvisualisasikan biofilm dengan cara sederhana dan mudah melalui software image-J. Pada penelitian ini beberapa faktor lingkungan seperti pH, suhu, dan kondisi kultur telah diujicobakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pembentukan biofilm Vibrio Cholerae El Tor. Pembentukan biofilm dihitung berdasarkan angka tutupan (Biofilm Coverage Rate) yang kemudian divisualisasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH, suhu, salinitas dan kondisi kultur mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan biofilm Vibrio Cholerae El Tor. Image-J mampu menghitung dan menggambarkan angka tutupan dengan baik dan dapat dijadikan alternatif software analisis biofilm bakteri. Kata kunci: image-J, biofilm, Vibrio Cholera El Tor AbstractBiofilms are microorganisms that attached to a surface with eksoplisakarida matrix. Microorganisms in a biofilm was known to be a secondary source of contamination in food products. This fact trigger many scientist and food microbiologist conducting research biofilms. Research in biofilm for many researchers are identical with the complexity of the assaying and visualizing surface-covered area of biofilm.. This study was aimed to calculate and visualize biofilms in a simple and easy way through software image-J. In this study several environmental factors such as pH, temperature, and culture conditions have been tested to determine its influence on biofilm formation of Vibrio Cholerae El Tor. Biofilm formation was calculated based on Biofilm Coverage Rate (BCR) and then was visualized. The results showed that pH, temperature, salinity and culture conditions had a significant influence on the formation of Vibrio Cholerae El Tor biofilm. This result illustrated that Image-J can be able to calculate and to precisely describe the BCR visualization, therefore it can be used as alternatives software for bacterial biofilms analysis. Key words: image-J, biofilm, Vibrio Cholera El Tor
Copyrights © 2011