Humas pemkot Surabaya dituntut untuk memiliki kemampuan untuk mengelola media sosial agar informasi yang berkaitan dengan lembaga penaung dapat tersampaikan dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan informasi dari subyek penelitian dengan mengumpulkan data berdasarkan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Dalam menyampaikan pesan melalui sosial media Humas Pemkot Surabaya terlebih melakukan diskusi dengan tim media sosial untuk menentukan pasar dari pesan tersebut dan bagaimana mengemas pesan yang akan di sampaikan kepada khalayak. (2) Untuk memperoleh perhatian dan kepercayaan dari masyarakat, Humas Pemkot Surabaya memberikan konten media sosial yang begitu variatif sesuai dengan apa yang sedang marak di lingkungan masyarakat khususnya di Kota Surabaya. (3) Sebagai upaya mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan dan program Pemerintah Kota Surabaya, Humas Pemkot Surabaya mengadakan lomba foto di media sosial setiap bulannya. Selain untuk mempertahankan visi misi kota Surabaya hal ini juga sebagai tempat untuk memfasilitasi aspirasi dan karya dari warga kota Surabaya. (4) Dalam penggunaan media sosial Instagram, Facebook, Twitter dan Youtube, Humas Pemkot Surabaya memiliki segmentasi tersendiri yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memilah informasi yang dibutuhkan melalui sosial media. (5) Dalam menanggapi respon dan kendala dari masyarakat di media sosial Humas melakukan pemantauan secara berkala dan kemudian diskusi dengan dinas terkait kemudian memberikan tanggapan dengan penjelasan.
Copyrights © 2020