Penelitian ini membahas tentang bagaimana perilaku komunikasi masyarakat pada tradisi nyadranan (bersih desa) di Desa Karang Tengah Kecamata Bagor Kabupaten Nganjuk. Untuk mengungkapkan persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, daam penelitian ini digunakan metode deskriptif.Hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Penngunaan makanan tradisional sebagai pesan non verbal, berbagai makanan yang tersaji dan dihidangkan dalam tradisi nyadranan mengandung makna dan arti tertentu (2) Sosialisasi kegiatan nyadranan (bersih desa) melalui media tradisional, untuk menyampaikan informasi mengenai jadwal kegiatan dan dimana warga harus berkumpul (3) Penggunaan tempat umum sebagai media informasi (4) Dominasi warna putih dalam tradisi nyadranan, menurut warga desa warna putih merupakan simbol dari kesucian (5) Nyadranan sebagai media komunikasi spiritual, tradisi nyadranan merupakan bentuk komunikasi non verbal yang dilakukan oleh warga kepada Alloh SWT.
Copyrights © 2015