Pembahasan : Hipertensi pada lansia dicirikan peningkatan tekanan darah sistolik atau diastolik yang intermiten atau menetap pengukuran tekanan darah serial 140/90 mmHg atau lebih pada orang yang berusia diatas 50 tahun memastikan hipertensi. Untuk menangani hipertensi diatasi dengan beberapa cara diantaranya non-farmakologi yang salah satunya yaitu melakukan relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap perubahan tekanan darah pada lansia di UPT PSLU Mojopahit Mojokerto. Metode : Desain penelitian ini adalah pra experimental menggunakan rancangan one group pretest-postest design. Variabel Independen penelitian ini adalah relaksasi otot progresif dan Variabel Dependen penelitian ini adalah Tekanan darah pada lansia hipertensi. Populasi penelitian ini adalah semua lansia hipertensi di UPT PSLU Mojopahit Mojokerto sebanyak 32 orang. Besar sampel yang sesuai kriteria inklusi sebanyak 25 orang yang diambil menggunakan accidental sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji statistik wilcoxon sign test. Hasil : Bahwa z-hitung > z-tabel dengan demikian H? diterima artinya ada pengaruh dengan hasil berdasarkan penelitian menunjukkan hasil uji wilcoxon diperoleh z-hitung 2,595 > z-tabel 1,96 dengan demikian H? diterima Maka ada pengaruh latihan relaksasi otot progresif terhadap perubahan tekanan darah. Pembahasan : Latihan fisik khususnya latihan relaksasi otot progresif penting dilakukan untuk menurunkan hipertensi , karena dalam mengobati hipertensi tidak hanya pengobatan dengan obat-obatan saja. Diperlukan juga perubahan gaya hidup yang lebih baik salah satunya menjalankan latihan relaksasi otot progresif. Kata kunci : Lansia, Relaksasi Otot Progresif, Hipertensi
Copyrights © 2016