Pendahuluan : Setiap tindakan medis mengandung risiko didalamnyasehingga dalam upaya pencegahannya dilakukan dengan meminimalisir kemungkinan risiko yang akan terjadi. Diketahui bahwa angka probabilitas insiden keselamatan pasien di unit rawat inap dengan KNC sejumlah 22 kasus (68,75% )pada bulan Januari – Maret tahun 2016 di RS Islam Surabaya.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian risiko (risk assasment)insiden keselamatan pasien dilihat dari proses pelayanan, potensi kegagalan, penyebab, dampak, dan tingkat risiko pada tahapan proses yang diprioritaskan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan crossectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada kepala perawat, kepala unit rawat inap, kepala ruangan, dan perawat. Pengolahan data menggunakan metode failure modes and effect analysis (FMEA). Hasil : Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai RPN tertinggi pada ruang ke-1 sebesar 168 pada kegagalan pemasangan gelang pasien,sedangkan pada ruang ke-2 sebesar 126 pada kegagalan penentuan triage. Pembahasan : Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kegagalan pelayanan tiap ruangan di unit rawat inap berbeda-beda tergantung potensi risiko proses pelayanan yang dilakukan.Perbaikan kegagalan yang perlu dilakukan adalah dengan menerapkan pelatihan secara periodik dan pelaksanaan supervisi dari pihak rumah sakit terkait kinerja perawat, serta mengembangkan metode Failure Modes and Effect Analysis untuk meminimalisir risiko yang terjadi sebelum terjadi insiden pada pasien. Kata Kunci : potensi kegagalan, pelayanan rawat inap,penilaian risiko
Copyrights © 2016