Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola komunikasi pedagang sayur di desa Liprak Wetan kecamatan Banyuanyar kabupaten Probolinggo. Sumber data dalam penelitian ini adalah simbol-simbol kebahasaan yang digunakan pedagang sayur dan percakapan antara pedagang dengan pembeli. Data-data dikumpulkan dengan metode simak dan catat yang kemudian dianalisis menggunakan teori performansi Duranti dan teori pragmatik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang sayur menggunakan nama kekerabatan, nama tokoh, dan gabungan dari keduanya, selain itu juga ditemukan bahwa transaksi tawar-menawar antara pedagang dan pembeli tidak berlangsung intensif dengan disertai obrolan yang tidak berhubungan dengan masalah transaksi jual beli. Pedagang dan pembeli kadang saling mencurahkan isi hati dan bahkan kadang menggunjing tetangga
Copyrights © 2016