Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4

HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN 2 JAM POSTPRANDIAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSUD DR. H. ABDOEL MOELOEK

Rina Kriswiatiny (Unknown)
Nita Sahara (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Jan 2019

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok metabolik dengan karakteristik hiperglikemiayang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Penyakit jantung koroner adalahpenyakit jantung yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner, pada umumnya disebabkan olehproses aterosklerosis (98%), sisanya oleh spasme koroner (2%). Kurang lebih 75% pasien diabetes akhirnyameninggal akibat penyakit jantung. Angka kejadian penyakit jantung koroner pada diabetes melitus berkisarantara 45% - 70%. Aterosklerosis koroner ditemukan pada 50-70% penderita diabetes. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kadar glukosa darah puasa dan 2 jam postprandialpada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan kejadian penyakit jantung koroner.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan menggunakan pendekatan casecontrol study. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr. H. AbdoelMoeloek pada bulan Januari – Desember 2012 sebanyak 525 orang. Sampel sejumlah 100 orang. Pengumpulandata menggunakan data sekunder yaitu rekam medis. Analisa data univariat menggunakan persentase danpengolahan data bivariat dengan chi square.Hasil: Penderita diabetes melitus tipe 2 memiliki yang kadar glukosa darah puasa baik (80-<100) adalah14responden, 25 responden memiliki kadar glukosa darah puasa sedang (100-125) dan 61 responden memilikikadar glukosa darah puasa buruk (≥126). Penderita diabetes melitus tipe 2 yang memiliki kadar glukosa darah 2jam postprandial baik (80-144) adalah 2 responden, 23 responden memiliki kadar glukosa darah 2 jampostprandial sedang (145-179) dan 75 responden memiliki kadar glukosa darah 2 jam postprandial buruk(≥180).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara glukosa darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengankejadian penyakit jantung koroner (p-value 0,03) dan juga terdapat hubungan antara glukosa darah 2 jampostprandial pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan kejadian penyakit jantung koroner (p-value 0,009).

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

kesehatan

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, ...