Latar Belakang: Autisme adalah gangguan perkembangan perpasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, dan interaksi sosial. Pada setiap tahunnya jumlah anak yang terkena autisme semakin hari semakin meningkat yang luarbiasa. Penderita autisme akan menghambat perkembangan anak baik dari segi fisik maupun mental. Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis berat yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi pada perkembangan bahasa dengan dunia luar secara efektif. Dengan adanya peranan terapis penderita autisme dapat diterapi untuk memperbaiki fungsi otak secara optimal. Penderita autisme diharapkan memdapatkan terapi lebih dini agar anak dapat berkembang dari segi bahasa maupun perilaku agar dapat berinteraksi sosial.Tujuan: Mengetahui Peranan Terapis Terhadap Perkembangan Bahasa Pada Pasien Autisme Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar LampungMetode Penelitian: Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari informan penelitian. Cara pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui teknik wawancara terstruktur atau wawancara terbuka. Penelitian ini dilakukan selama bulan Agustus 2017 di RSUD Dr. H. Abdul Moelok Bandar Lampung. Pada penelitian ini terdapat 1 sampel dan 4 informan.Hasil: Terapis sangat berpengaruh terhadap perkembangan bahasa dan komunikasi pasien autisme untuk interaksi sosial.Kesimpulan: Terapis mempunyai peranan dalam kemampuan berbahasa baik verbal maupun non dan komunikasi terhadap perkembangan bahasa pada pasien Autisme
Copyrights © 2019