Metode takrir salah satu metode menghafal dengan cara mengulang-ngulang bacaan atau ayat al-Qur’an sampai benar-benar melekat dan hafal. Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya murid-murid Darul Qur’an Indonesia yang kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an. Salah satu alasannya adalah mereka kurang fokus dalam menghafal al-Quran. Untuk mengatasinya, maka metode takrir ini diterapkan di Darul Quran. Metode takrir adalah salah satu metode menghafal dengan cara mengulang-ngulang bacaan ayat al-Quran. Metode takrir juga disebut metode wahdah yaitu menghafal satu persatu terhadap ayat-ayat yang hendak dihafalnya. Metode takrir bisa dilakukan dengan cara guru membaca keras hafalan muridnya, sedangkan murid mengikuti apa yang dibacakan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan hafalan al-Quran kelas juz 1-28, serta untuk mengetahui kemampuan murid-murid kelas juz 1-28 setelah mendapatkan metode takrir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Peneliti melakukan observasi lapangan dengan melihat suasana dan kondisi Darul Qur’an Indonesia serta memusatkan perhatian terhadap peran guru terhadap murid di lembaga tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa metode takrir yang diterapkan di Darul Quran Indonesia ini cukup efektif, karena murid-murid yang berada di kelas juz 1-28 mampu memenuhi target, yaitu di antara sembilan murid di kelas juz 1-28, yang berhasil mencapai target adalah enam murid. Bahkan, ada beberapa dari mereka yang melebihi target.
Copyrights © 2019