Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang menunjukan keterampilan mendengarkan siswa kelas III MI Islamiyah Kedungpengaron yang hanya mencapai nilai rata-rata 55 dalam tes kemampuan menyimak. Sedangkan Standar Kemampuan Minimal untuk mata pelajaran bahasa Indonesia adalah 65. Hal tersebut disebabakan oleh beberapa faktor, diantaranya, guru kurang tepat memilih metode, materi yang disampaikan kurang menarik, dan siswa kurang memahami perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran mendengarkan dengan menggunakan metode bercerita, dan (2) mengetahui keterampilan mendengarkan siswa kelas III MI Islamiyah Kedungpengaron melalui penggunaan metode bercerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) model Elliot. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar catatan lapangan, lembar observasi, pedoman wawancara, dan evaluasi. Pelaksanaan pembelajaran mendengarkan dengan metode bercerita pada siswa kelas III MI Islamiyah Kedungpengaron ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Evaluasi hasil pelaksanaan tindakan siklus I memperoleh nilai rata-rata kelas 72. Pelaksanaan tindakan siklus II memperoleh nilai rata-rata kelas 79. Pelaksanaan tindakan siklus III memperoleh nilai rata-rata kelas 86. Evaluasi hasil pelaksanaan tindakan tersebut menunjukkan adanya peningkatan nilai siswa pada setiap siklusnya
Copyrights © 2018