Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan mendapatkan dosis optimal ekstrak temulawak dalam memperbaiki kerusakan struktur morfologis dan histologis hati mencit (Mus musculus L.) setelah pemberian Pb asetat. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima kali ulangan. Dosis Pb asetat yang diberikan adalah 0,4 mg/g bb/hari secara oral selama 14 hari. Dosis ekstrak temulawak yang diberikan adalah 0,7, 0,8, dan 1 mg/g bb/hari secara oral selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak temulawak tidak berpengaruh terhadap perbaikan kerusakan struktur morfologis maupun histologis hati mencit akibat pemberian Pb asetat (p > 0,05).
Copyrights © 2016