Jurnal Perikanan Kelautan
Vol 3, No 4 (2012)

Analisis Bahaya dan Penentuan Titik Pengendalian Kritis pada Penanganan Tuna Segar Utuh di PT. Bali Ocean Anugrah Linger Indonesia Benoa-Bali

Hilman Maulana (Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran)
Eddy Afrianto (Staff Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran)
Ike Rustikawati (Staff Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2012

Abstract

Penelitian mengenai analisis bahaya dan penentuan titik pengendalian kritis pada penanganan tuna segar utuh telah dilakukan selama 1 bulan dari bulan Juni hingga Juli 2012 di PT. Bali Ocean Anugrah Linger Indonesia Benoa-Bali. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dalam mengidentifikasi dan mencegah potensi bahaya pada penanganan tuna segar utuh di PT. B.A.L.I . Penelitian menggunakan metode survey, dengan mengikuti secara langsung seluruh alur proses penanganan tuna segar utuh mulai dari penerimaan bahan baku sampai pengangkutan. Metode analisa data yang digunakan adalah metode analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penanganan tuna segar utuh di PT. B.A.L.I telah menerapkan sistem HACCP dengan baik, hal ini terlihat dari tahapan proses penanganan telah sesuai dengan GMP (Good Manufacturing Practice) dan SSOP (Sanitasion Standar Operating Procedure) . Berdasarkan hasil identifikasi, tidak ditemukan adanya titik pengendalian kritis (CCP)  pada tahapan alur proses penanganan tuna segar utuh.

Copyrights © 2012