Tujuan penelitian ini adalah untuk manganalisis peristiwa apakah larangan ekspor bahan mentah yang di umumkan oleh pemerintah mengandung informasi. Penelitian ini menggunakan Event Study, dimana dilakukan periode pengamatan terhadap abnormal return dan aktivitas volume perdagangan selama 10 hari sebelum peristiwa, 1 hari pada saat peristiwa, dan 10 hari sesudah peristiwa. Penelitian ini menggunakan 17 sampel perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan data sekunder yang diperoleh dari yahoo finance. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi harga saham penutupan harian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), volume perdagangan harian, dan jumlah saham yang diperdagangkan. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Berdasarkan uji statistik terhadap rata-rata abnormal return saham selama periode pengamatan di temukan adanya perbedaan yang tidak signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman larangan ekspor bahan mentah. Bahwa reaksi yang ditunjukkan investor terhadap peristiwa pengumuman larangan ekspor bahan mentah tersebut tidak sampai menimbulkan reaksi yang luar biasa bagi pasar modal. (2) berdasarkan uji statistik mengenai aktivitas volume perdagangan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pengumuman larang ekspor bahan mentah. Kata kunci : event study, abnormal return, aktivitas volume perdagangan.
Copyrights © 2015