Financial distress merupakan kondisi dimana suatu perusahaan mengalami kesulitan keuangan atau total laba bersih suatu perusahaan mengalami pengecilan nilai selama beberapa tahun terakhir. Financial distress terjadi sebelum suatu perusahaan mengalami kebangkrutan dan menjadi peringatan terhadap pihak internal suatu perusahaan agar memperbaiki kinerja dan manajemen perusahaan supaya tidak terjadi likuidasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalis dan mengetahui pengaruh antara rasio likuiditas (current Ratio), rasio profitabilitas (net profit margin), rasio leverage (debt ratio), dan rasio growth (pertumbuhan penjualan) terhadap financial distress pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2011-2015. Financial distress pada penelitian ini menggunakan formula Alman Z-Score Modifikasi. Dengan menggunakan metode purposive sampling dalam penarikan sampel diperoleh 65 perusahaan yang memenuhi syarat kriteria dalam penelitian ini. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio likuiditas (current Ratio) dan rasio profitabilitas (net profit margin) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Rasio leverage (debt ratio) mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Sedangkan rasio growth (pertumbuhan penjualan) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap financial distress. Untuk uji pengaruh Simultan atau bersama-sama rasio likuiditas (current Ratio), rasio profitabilitas (net profit margin), rasio leverage (debt ratio), dan rasio growth (pertumbuhan penjualan) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap financial distress. Kata Kunci : Likuiditas, Profitabilitas, Leverage, Growth, dan Financial Distress.
Copyrights © 2017