Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh keberadaan dewan komisaris independen, komite audit dan ukuran perusahaan terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ-45. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu metode purposive sampling. Dari 45 perusahaan , terdapat 13 perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Data dalam penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id tahun 2010-2012. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dewan komisaris independen, keberadaan komite audit dan ukuran perusahaan. Dewan komisaris independen diproksi dari presentase jumlah dewan komisaris independen terhadap jumlah total komisaris. Keberadaan komite audit dilihat dari jumlah komite audit yang ada. Ukuran perusahaan disajikan dalam bentuk logaritma dari total aset. Manajemen laba sebagai variabel terikat dihitung menggunakan model Modified Jones. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis regresi berganda yaitu secara parsial(uji T) menunjukkan bahwa variabel keberadaan komisaris independen dan keberadaan komite audit berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh posituf signifikan terhadap manajemen laba. Hasil pengujian secara simultan (uji F) variabel keberadaan komisaris independen, keberadaan komite audit, dan ukuran perusahaan secara bersama-sama berpengaruh tidak signifikan terhadap manajemen laba. Kata Kunci: Manajemen Laba, Komisaris Independen, Komite Audit, Ukuran Perusahaan
Copyrights © 2013