Pengawasan Fungsional merupakan pengawasan yang dilakukan oleh aparat pengawasan fungsional, baik yang berasal dari lingkungan internal maupun dari lingkungan eksternal. Sedangkan Kinerja Pemerintah merupakan seperangkat hasil yang dicapai dan merujuk terhadap tindakan pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang diminta pada tingkat keberhasilan dan kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, kinerja dikatan baik bila dapat tercapai dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Tingkat Pengawasan Fungsional Terhadap Kinerja Pemerintah, Instansi yang dijadikan sebagai objek penelitian oleh penulis adalah Inspektorat Kota Singkawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer, analisis statistik yang digunakan adalah koefisien korelasi Rank Spearman dan uji hipotesis, teknik pengumpulan data digunakan wawancara, observasi, penyebaran kuesioner, dan studi literatur. Dari hasil pengujian statistik diketahui bahwa nilai rata-rata Tingkat Pengawasan fungsional di Inspektorat Kota Singkawang sebesar 130,13, artinya pelaksanaan telah memadai. Sedangkan Kinerja Pemerintah sebesar 65,66, artinya pelaksanaan kinerja pemerintah telah sesuai prosedur. Dalam penyusunan hipotesis menggunakan analisis Rank Spearman, rs hitung (0,930) > rs tabel (0,514), artinya Ha diterima dan Ho ditolak, sedangkan dengan taraf signifikansi α = 0,05 Hasil koefisien determinasi KD = 0,930² x 100% = 86,49% menunjukan bahwa Pengaruh Tingkat Pengawasan Fungsional Terhadap Kinerja Pemerintah sebesar 86,49% sedangkan sebesar 13,51% dipengaruhi faktor lain. Dengan demikian berarti Tingkat Pengawasan Fungsional Turut Berpengaruh Terhadap Kinerja Pemerintah, dalam hal ini dapat diterima. Kata kunci : Pengawasan Fungsional, Kinerja Pemerintah, Inspektorat Kota Singkawang
Copyrights © 2014