Perataan laba (income smoothing) adalah salah satu bentuk manajemen laba yang dilakukan oleh manajer perusahaan untuk mengurangi fluktuasi laba. Dengan melakukan income smoothing, perusahaan akan menghasilkan laba yang stabil sehingga diharapkan mempunyai pengaruh yang bermanfaat bagi evaluasi kinerja manajemen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh income smoothing (tindakan perataan laba) pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah profitabilitas dan financial leverage. Untuk menentukan status perusahaan perata laba dan bukan perata laba diukur menggunakan Indeks Eckel. Dalam penelitian ini, perusahaan yang akan dijadikan sampel adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan metode purposive sampling didapat 17 perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dapat dijadikan sampel penelitian. Teknik analisis data dengan menggunakan Logistic Regression untuk menguji pengaruh profitabilitas dan financial leverage terhadap income smoothing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan financial leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap tindakan perataan laba. Profitabilitas tidak berpengaruh diduga karena profitabilitas perusahaan yang tinggi akan cenderung tidak melakukan perataan laba untuk menjaga kredibilitas perusahaan. Sedangkan tidak berpengaruhnya financial leverage diduga karena besarnya risiko dan kebijakan hutang yang ketat sehingga perusahaan sulit memperoleh kredit, membuat perusahaan mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan. Oleh karena kondisi tersebut pihak manajemen tidak termotivasi menggunankan variabel tersebut untuk melakukan praktik perataan laba. Kata Kunci: Income Smoothing, Financial Leverage, Profitabilitas, Indeks Eckel
Copyrights © 2013