Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris peranan dari Nilai Tambah (Value Added)khususnya modal intelektual dan modal usaha dan memastikan model value added tersebut dalam menilai dampaknya terhadap kinerjaperusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009 sampai 2012. Dengan menggunakan model Pulic sebagai metode kuantifikasi, penelitian ini menguji pengaruh koefisien nilai tambah modal intelektual (VAIN) dan koefisien nilai tambah modal usaha (VACA) terhadap produktifitas (OI/S), profitabilitas (ROA dan EP), pertumbuhan pendapatan (GR). Data dari penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan perusahaan subsektor advertising printing media yang diambil dari Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan subsektor advertising printing media yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2009-2012 sebanyak 8 perusahaan. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan media berupa laporan tahunan perusahaan. Alat analisis data yang digunakan yaitu Partial Least Square (PLS) dengan bantuan program komputer PLS Versi 2.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tambah modal intelektual (VAIN) berpengaruh positif terhadap produktifitas (OI/S), profitabilitas (ROA) dan pertumbuhan pendapatan (GR) perusahaan subsektor advertising printing media di Indonesia. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa nilai tambah modal usaha (VACA) berpengaruh positif terhadap profitabilitas (ROA), dan pertumbuhan pendapatan (GR) perusahaan. Tetapi nilai tambah modal intelektual (VAIN) tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan (EP) dan nilai tambah modal usaha (VACA) tidak berpengaruh terhadap produktifitas (OI/S) dan profitabilitas (EP) perusahaan subsektor advertising printing media di Indonesia. Kata kunci: Nilai Tambah, VAIN, VACA, OI/S, ROA, EP, GR, Perusahaan subsektor advertising printing media dan Partial Least Square.
Copyrights © 2015