Tujuan pembagian dividen untuk memaksimumkan pemegang saham atau menunjukan likuiditas perusahaan. Dalam penetapan kebijaksanaan mengenai pembagian dividen, faktor yang menjadi perhatian manajemen adalah besarnya laba yang dihasilkan perusahaan. Terdapat dua ukuran laba perusahaan yaitu laba akuntansi dan laba tunai. Laba tunai merupakan laba akuntansi setelah diperhitungkan dengan beban-beban non kas, dalam hal ini beban penyusutan dan amortisasi. Dunia farmasi terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan obat yang bervariatif dan berkualitas. Oleh sebab itu, setiap perusahaan farmasi harus benar-benar berupaya menghasilkan produk obat yang memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan. Pembagian dividen yang tinggi akan meningkatkan penanaman modal oleh investor sehingga kinerja perusahaan akan semakin baik. Salah satu penentu besarnya pembagian dividen adalah laba yang diperoleh. Karena itu, para pelaku bisnis itu sendiri pasti memiliki pandangan tentang apa yang dimaksudkannya sebagai laba dan bagaimana menentukan laba tersesebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh laba akuntansi dan laba tunai terhadap dividen kas yang dibagikan perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan farmasi dari tahun 2009 sampai 2011. Perusahaan sampel dalam penelitian ini adalah PT Kalbe Farma Tbk., PT Kimia Farma Tbk., PT Merck Tbk., PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk., dan PT Tempo Scan Pasific Tbk. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS Hasil penelitian dengan uji t pada tingkat keyakinan 95% membuktikan baik laba akuntansi maupun laba tunai berpengaruh positif terhadap dividen kas. Sementara itu, hasil penelitian dengan uji F juga membuktikan laba akuntansi dan laba tunai bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap dividen kas. Kata kunci: dividen kas, laba akuntansi, laba tunai, SPSS
Copyrights © 2013