Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology)
Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006

FITOREMEDIASI LINGKUNGAN PERAIRAN TAWAR: PENYERAPAN RADIOSESIUM OLEH KIAMBANG (Salvinia molesta)

Poppy Intan Tjahaja (Nuklir Bahan dan Radiometri, BATAN)
Suhulman . (Nuklir Bahan dan Radiometri, BATAN)
Putu Sukmabuana (Nuklir Bahan dan Radiometri, BATAN)
Ruchijat . (Nuklir Bahan dan Radiometri, BATAN)



Article Info

Publish Date
02 Jan 2006

Abstract

FITOREMEDIASI LINGKUNGAN PERAIRAN TAWAR : PENYERAPAN RADIOSESIUM OLEH KIAMBANG (Salvinia molesta). Fitoremediasi lingkungan perairan tawar yang terkontaminasi dengan radiosesium telah dilakukan dengan care mempelajari penyerapan 134Cs oleh tanaman perairan. Tanaman perairan yang diteliti adafah kiambang (Salvinia molesta), sebelumnya terah diteliti tanaman eceng gondok (Eichomia crassipes). Sistem perairan tawar buatan, berupa bak stainless steel berisi 400 L air tawar, dikontaminasi dengan 134Cs sebanyak 0,2 mL dengan aktivitas 4,84 x 109 Bq/mL. Ke dalam bak tersebut dimasukkan sejumlah tanaman kiambang dan dipelihara selama 40 hari. Sebagai kontrol dilakukan pula pemeliharaan kiambang dalam bak yang tidak dikontaminasi. Setiap lima bari sekali tanaman kiambang, balk yang dipefihara dalam bak yang dikontaminasi maupun di bak kontrol, diambil sebanyak 3 tanaman (individu) untuk diukur konsentrasi 134Cs yang diserapnya. Bersamaan dengan pengambilan sampel kiambang dilakukan juga pengambilan sampel air sebanyak 25 mL untuk diukur konsentrasi 134Cs-nya. Sampel kiambang dipisahkan menjadi bagian akar dan non akar (batang beserta daun), kemudian dikeringkan dengan lampu IR. Sampel yang telah dikeringkan dimasukkan ke dalam vial plastik dan didestruksi dengan cara menambahkan HCl 5M sampai volumenya mencapai 100 mL. Sampel kiambang dan air masing-masing diukur dengan multi chanel analyser (MCA) dengan detektor HPGe selama 180 detik. Dad penelitian ini, diketahui bahwa tanaman air kiambang dapat menyerap dan mengakumutasi radiosesium dari air tempatnya tumbuh. Kemampuan tanaman mengakumulasi radiosesium dinyatakan sebagai faktor transfer, yang merupakan rasio konsentrasi 134Cs dalam tanaman terhadap konsentrasinya dalam air. Nilai faktor transfer yang diperoleh dari penelitian ini cukup besar, yaitu 5,9 mL/g, dengan koefisien laju transfer sebesar 3,08x10-7/bari dan 1,97x10-7/hari masing-masing untuk 0<t<25 dan 29<t<40. Tanaman kiambang dapat dipertimbangkan untuk digunakan sebagai fitoremediator atau depolutan radiesesium di lingkungan perairan tawar, walaupun kurang ekonomis.

Copyrights © 2006






Journal Info

Abbrev

jstni

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Energy Environmental Science Materials Science & Nanotechnology Mechanical Engineering Medicine & Pharmacology Physics

Description

Focus of Publication in Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology : Result of experiment in the field of nuclear science and technology and its applications in various fields. Acceptable topics include: Radioisotope, Radiopharmacy, Nuclear Medicine, Nuclear Radiation and its ...