Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology)
Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010

PENGARUH IRADIASI GAMMA PADA AKTIVITAS SITOTOKSIK DAGING BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl.)

Ermin K. Winarno K Winarno (Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi – BATAN)
Mazda . (Fakultas Farmasi - Universitas Pancasila, Jakarta)
Hindra Rahmawati (Fakultas Farmasi - Universitas Pancasila, Jakarta)
Hendig Winarno (Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi – BATAN)



Article Info

Publish Date
15 Jul 2013

Abstract

Iradiasi gamma telah digunakanoleh industri obat herbal untuk pengawetan simplisia tanaman obat, tetapi pengaruh iradiasiterhadap khasiatnya belum diteliti. Tujuan penelitian adalah memperoleh dosis iradiasi optimaluntuk pengawetan simplisia daging buah mahkota dewa tanpa merusak khasiatnya. Telahdilakukan iradiasi gamma terhadap simplisia daging buah kering mahkota dewa pada variasidosis 0; 5; 7,5 ; 10; 15; 20 kGy. Cemaran mikroba diuji dengan metode yang mengacu padaSNI, yang menunjukkan bahwa dosis 5 kGy telah dapat membunuh seluruh mikroba. Masingmasingsampel dimaserasi dengan etanol, lalu ekstrak yang diperoleh difraksinasi dengankromatografi kolom, diperoleh 8 fraksi. Uji sitotoksisitas fraksi-fraksi terhadap sel leukemiaL1210 menunjukkan bahwa Fr.3 merupakan fraksi paling sitotoksik. Untuk menentukan dosisiradiasi optimal dalam menghambat pertumbuhan serta membunuh semua bakteri dankapang/khamir pada simplisia daging buah mahkota dewa tanpa menurunkan aktivitassitotoksik, dilakukan analisis kromatografi lapis tipis (KLT) dan kromatografi cair kinerja tinggi(KCKT) terhadap Fr.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iradiasi dengan dosis > 5 kGy padasimplisia daging buah mahkota dewa dapat menghambat pertumbuhan dan membunuh semuabakteri serta kapang khamir yang ada tanpa menurunkan aktivitas sitotoksik ekstrak etanolsecara nyata terhadap sel leukemia L1210. Penurunan aktivitas sitotoksik ekstrak etanolterhadap sel leukemia L1210 secara nyata terjadi setelah iradiasi pada dosis > 10 kGy. Padadosis 10 kGy, aktivitas sitotoksik sudah terlihat menurun meskipun belum melampaui batassuatu fraksi dinyatakan tidak aktif dan hasil analisis profil kromatogram KLT menunjukkanbahwa Fr. 3 sedikitnya mengandung 10 komponen. Iradiasi sampai dengan dosis 20 kGymengakibatkan intensitas salah satu puncak mayor menurun, dan penurunannya sebandingdengan besarnya dosis. Dosis 5 sampai 10 kGy merupakan dosis optimum untuk tujuanpengawetan tanpa merusak aktivitas sitotoksiknya.

Copyrights © 2010






Journal Info

Abbrev

jstni

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Energy Environmental Science Materials Science & Nanotechnology Mechanical Engineering Medicine & Pharmacology Physics

Description

Focus of Publication in Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology : Result of experiment in the field of nuclear science and technology and its applications in various fields. Acceptable topics include: Radioisotope, Radiopharmacy, Nuclear Medicine, Nuclear Radiation and its ...