Journal of Politic and Government Studies
Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013

PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN PEDURUNGAN KIDUL SEMARANG

Prasetyo S, M Rudi (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Jan 2013

Abstract

PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAANSAMPAH DI KELURAHAN PEDURUNGAN KIDUL SEMARANGABSTRAKDi Indonesia, peran serta masyarakat ikut bertanggung jawab terhadappermasalahan sampah, telah diatur didalam suatu undang-undang resmi yang sah danlegal, yaitu Undang-Undang no 18 tahun 2008 mengenai pengelolaan sampah.Masyarakat dan Pemerintah memiliki hubungan dan keterlibatan terhadap sampah.Pada kenyataannya saat ini hubungan antara pemerintah dengan masyarakat hanyalahmenguntungkan sebelah pihak, terutama menguntungkan pemerintah yangmendapatkan keuntungan, tetapi masyarakat merasakan kerugian. Oleh karena itupenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami bagaimana realisasipelaksanaan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah di KelurahanPedurungan Kidul Semarang, serta hambatan apa saja yang dirasakan dalammelaksanakan program tersebut.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metodeanalisis data deskriptif analitis yang bertujuan untuk melihat bagaimana Peran sertamasyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Pedurungan Kidul Semarang.M. Rudy Prasetya S.D2B 007 040Untuk teknik pengumpulan data, peneliti melakukan wawancara mendalam kepadainforman yang telah ada dalam lingkup penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dalam pengelolaan sampahberbasis masyarakat di Kelurahan Pedurungan Kidul, Kota Semarang, tidak berhasilmelaksanakan dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui proses pemilahansampah. Masyarakat Pedurungan Kidul hanya mau berperan dalam pembayaranretribusi, mereka menilai hasil daur ulang sampah baik organik maupun anorganiktidak memberikan nilai tambah secara ekonomi.. Pelaksanaan program-programtersebut sudah dilaksanakan secara berkesinambungan dan berkelanjutan, artinyadilakukan secara sistematis dan berorientasi jangka panjang. Selain itu, problematikautama dari penerapan model ini adalah pada soal bagaimana merubah paradigma darimembuang sampah menjadi memanfaatkan sampah. Peran pengurus RT/RW dalammembantu mewujudkan terlaksananya program dan menjembatani komunikasi antarapemerintah dengan masyarakat tidak berjalan.Kedepannya diharapkan pengelolaan sampah lebih berorientasi ke kegiatanpemberdayaan masyarakat untuk menghilangkan anggapan hanya membuang sampahtanpa memproses lebih lanjut. Selain itu untuk dapat meningkatkan monitoringprogram dimana kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat tidak hanya berhentipada pelaksanaan saja, melainkan juga pasca pelaksanaan.Keywords: Peran Serta, Pengelolaan, Kesatuan Swadaya Masyarakat

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

jpgs

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Jurnal Ilmu Pemerintahan diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas ...