Pada proses pengelasan plat Besi Tuang Kelabu FC-15, bagian yang dilas menerima panas pengelasan setempat dan selama proses pengelasan, suhu pada bagian yang dilas mengalami perubahan akibat distribusi panas yang tidak merata sehingga terjadi pengembangan thermal dan pada bagian yang dingin mengalami peregangan. Hasil pengujian kekerasan pengelasan besi tuang kelabu FC-15 menggunakan variasi elektroda yaitu E 7016, G 4107 dan E 7018, diperoleh rata-rata dari tiga spesimen yang diuji bahwa penyambungan besi tuang kelabu dengan elektroda E 7018 lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena panas yang dihasilkan pada saat pengelasan merubah struktur besi tuang kelabu ini, yaitu kandungan silicon yang rendah dan laju pendinginan yang sangat cepat tidak akan muncul grafit pada struktur dan sebagai gantinya akan terbentu sementit, maka dari itu spesimen ini bersifat keras dan sangat getas. Sedangkan pada pengujian tarik menunjukkan spesimen yang menggunakan elektroda G 4107 membutuhkan tegangan yang tinggi untuk kekuatan tariknya yaitu 11.78 kgf/mm2 karena pada saat pengelasan terjadi panas dan mengakibatkan sebagian karbonnya akan menjadi grafit, sehingga menghasilkan sifat yang lebih kuat dan ulet. Pada pengujian struktur mikro terdapat perbedaan grafit, pearlit dan ferit antara spesimen yang menggunakan elektroda las E 7106, G 4107 dan E 4108 baik dari daerah Las, HAZ dan logam induknya.
Copyrights © 2015