Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
Vol 4, No 2 (2019): November

Nilai-Nilai Filosofis Pada Simbol Tari Pedang Masyarakat Berkas Kota Bengkulu.

Rian Hasbi Amrullah (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Aug 2020

Abstract

Tari Pedang merupakan salah  satu seni tariyang berasal dari Kota Bengkulu. Seni tari ini memiliki tempat penting dalam masyarakat sehingga selalu dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan dalam kehidupan. Selain sebagai sarana hiburan yang dilihat keindahan bentuknya, tari juga berfungsi sebagai sarana upacara ritual. Faktor utama tari dalam upacara ritual bukan semata melihat keindahannya, tetapi memperlihatkan simbol yang menjadi suatu kekuatan dalam suatu upacara ritual dan memiliki makna tersendiri yang dapat memengaruhi serta mengatur alam sekitarnya sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat pendukungnya. Masalah dalam peneltian ini adalah bagaimana makna filosofi dari Tari Pedang Masyaralat berkas Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna filosofis yang terkandung dalam setiap rangkaian Tari Pedang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif  kualitatif dengan menggunakan Teori Semiotika. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data menggunakan reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Tari Pedang adalah tarian yang memiliki makna rasa hormat masyarakat Kota Bengkulu kepada tamu agung, yang siap memberikan penjagaan sebagai bentuk jaminan keamanan, agar merasa tercipta kenyamanan selama berada di Kota Bengkulu.  Tari Kejei yang terdiri dari 9 gerakan : Pertama, gerak berendai yang bermakna dalam  hidup harus memiliki kemampuan agar bermanaat bagi orang lain. Kedua gerak sembah rendai yang bermakna sebagai penghormatan, kepada tamu agung dan kepada para penonton yang hadir pada saat Tari Pedang berlangsung. Ketiga, gerak langkah  tiga yang bermakna mengacu kepada istilah dalam  adat  “adat bersendikan syara, dan syara’ bersendikan kitabullah”  Keempat, gerak tangan beseluk yang bermakna kepiawaian penari dalam  bela diri yang siap untuk menjaga tamu agung. Kelima, gerak mecah langkah yang memiliki makna kegagahan para penari yang siap dan sigap dalam hal apapun. Keenam, gerakan ari pane betudung pedang  yang bermakna jika dalam keadaan darurat terhadap diri maka kekerasan jalan akhir yang digunakan sebagai perlindungan diri. Ketujuh, gerak gayung yang bermakna jangan menyelesaikan masalah dengan cara yang keras. Kedelapan, gerak meletak pedang yang bermakna tetap waspada meski masalah sudah diselesaikan.  Kesembilan, sembah  rendai  sebagai makna rasa hormat kepada tamu agung dan para hadrin yang hadir. Tari Pedang tak luput dari unsur-unsur yang mendukung diantaranya instrument musik, cerano dengan  isi, busana dan penegah.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

manthiq

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Jurnal ini berfokus pada filsafat dan pemikiran islam. Jurnal ini diterbitkan oleh prodi Filsafat Agama S2 Pascasarjana IAIN Bengkulu. Tujuan dari pendirian jurnal ini adalah untuk menjadi sarana publikasi karya tuis ilmiah khususnya di bidang filsafat dan pemikiran ...