SUHUF: Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya
Vol 9 No 1 (2016)

TAFSIR AL-QURAN BAHASA JAWA Peneguhan Identitas, Ideologi, dan Politik Perlawanan

Gusmian, Islah (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Nov 2016

Abstract

Artikel ini membahas tentang pergulatan tafsir Al-Qur’an bahasa Jawa dalam ruang sosial, budaya, dan politik pada era akhir abad 19 dan awal abad 20 M. Perspektif analisinya menggunakan teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim yang memahami pengetahuan manusia tidak bisa lepas dari subjektivitas individu yang mengetahuinya dan teori habitus Pierre Bourdieu yang menjelaskan serangkaian kecenderungan yang mendorong pelaku sosial untuk beraksi dan bereaksi dengan cara-cara tertentu. Jawa dalam kajian ini diletakkan dalam konteks geososial-budaya yang melahirkan beragam tradisi dan budaya yang khas dan unik. Dari segi ruang sosial budaya, tafsir Al-Qur’an bahasa Jawa, lahir dari tiga geososial-budaya utama: pesantren dengan tradisi pesisir, kraton dengan tradisi kauman, dan masyarakat umum dengan tradisi urban dan putihan. Dari geososial pesisir melahirkan tafsir dengan tradisi pegon dan makna gandul, dari geososial kraton melahirkan tafsir model macapat dengan aksara cacarakan, dan masyarakat umum melahirkan karya tafsir yang mengadopsi aksara Latin sebagai media penulisan. Di balik penulisan tafsir tersebut sejumlah aspek menjadi penggeraknya, yaitu: pengajaran agama Islam, semangat pemurnian Islam, peneguhan Islam tradisional, kepentingan dakwah, dan politik perlawanan terhadap kolonial Belanda. Key Word: Tafsir Al-Qur’an, Jawa, Pegon, Cacarakan

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

suhuf

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

FOCUS: SUHUF aims to increase understanding of the Quran through the publication of academic articles and research results. SCOPE: SUHUF publishes studies on the mushaf, translation, interpretation, rasm, qiraah, and other Quranic sciences, and pays special attention to the study of the Quran in the ...