Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah
Vol 13, No 26 (2014)

Mission Expediency to Female Sendro in Bajau Tribe Community at Rampa Village the District Kotabaru Pulau Laut

H. Bakhransyah L. Saththa (UIN Antasari)



Article Info

Publish Date
02 Nov 2017

Abstract

Khusus bagi masyarakat Bajau yang berdiam di desa Rampa, wilayah Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, adat budaya (traditional culture) melingkupi kehidupan mereka adalah sangat penting dan sangat bernilai bagi kehidupan. Salah satu budaya dari orang-orang suku Bajau ialah mereka masih memperpegangi tinggi peringkatnya masalah “pengobatan tradisional pedesaan” yang ini banyak dibantu oleh ahli pengobatan tradisional, dalam bahasa Bajau dinamakan “SENDRO”. Sebagian diantaranya ada “Sendro Wanita” yang terbiasa menggunakan bahan obat-obatan, sesuai dengan syari’at agama Islam dalam hal bahan-bahan yang dipergunakan ada yang dikategorikan “Najis” dan bahan-bahan itu tidak layak (tidak baik) dipergunakan dan begitu juga “Sendro” mau menerima dan memakainya, dan dia mendapat kekuatan bathin dari pertolongan Tuhan dan roh-roh yang terdahulu. Dengan demikian, bimbingan pengobatannya mengarah pada animisme dan dinamisme. Untuk masalah ini, hal yang benar yang diperlukan ialah pencapaian aktivitas yang baik menurut agama dan diupayakan jalan keluarnya dalam Islam, yaitu mengaktifkan kembali pemahaman tentang Islam dan mencarikan jalan keluar yang hubungannya dengan keyakinan lama (kuno) dalam hal sektor pengobatan, sehingga tidak keluar dari koridor dan prinsip-prinsip kebenaran ajaran agama Islam yang hak dan diridhoi oleh Allah azza wajalla.

Copyrights © 2014