AbstractThis research deconstructs dominant discourse in a short story entitled “Tanah Sang Raksasa” or “The Giant’s Land” by Dwianto Setyawan that tells an ironical friendhip between a man and a giant. The objective of this research is to reveal the existence of paradoxical text construction from the dominant discourse inside the short story. By applying deconstructive theory and method that supports the analysis, it is found that hierarchical oposition that portrays goodness (that slightly positioned higher) and evil is automatically broken, make them stand in equal position.AbstrakPenelitian ini mendekonstruksi wacana dominan yang ada pada sebuah cerpen yang berjudul “Tanah Sang Raksasa” karya Dwianto Setyawan yang menceritakan suatu ironi dalam persahabatan seorang manusia dan seorang raksasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan keberadaan konstruksi teks yang dinilai paradoksikal dari wacana cerita yang dominan di dalamnya. Dengan mengaplikasikan teori dan metode yang mendukung analisis secara dekonstruktif, ditemukan fakta bahwa oposisi hierarkis berupa kebaikan (yang sekilas berposisi lebih tinggi) dan kejahatan dalam cerpen ini terpatahkan dengan sendirinya serta menjadikan keduanya berdiri di posisi yang setara.
Copyrights © 2018