Penelitian ini berfokus pada penentuan harga pokok produksidengan menggunakan metode activity based costing dengan tujuanmenentukan hasil yang lebih akurat dan tidak menimbulkan distorsibiaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif denganpendekatan deskriptif-komparatif. Pengumpulan data dilakukanmelalui wawancara, studi pustaka, dokumentasi, dan internetsearching.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode activity basedcostingmemberikan hasil yang lebih besar ( over cost) untuk produkRS.36/98 KPL (-4,58%) dan RS. 45/105 TGL (-1.17%) sedangkanproduk RS. 45/105 KPL memberikan hasil yang lebih kecil ( under cost)(8,73%). Perbedaan yang terjadi antara harga pokok produksiberdasarkan metode tradisional dan metode activity based costingdisebabkan karena pembebanan biaya overheadpabrik pada masingmasingproduk. Dengan menggunakan metode activity based costingdapat meningkatkan mutu pengambilan keputusan sehingga dapatmembantu pihak manajemen memperbaiki perencanaan strategisnya.Kata Kunci : Harga pokok produksi, metode tradisional dan metodeactivity based costing.
Copyrights © 2016