ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pendapatan, kelayakan, dan pengaruh biaya sarana produksi dan tenaga kerja terhadap pendapatan usahatani kedelai. Telah dilaksanakan di Desa Dadirejo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati bulan November 2016 sampai Mei 2017. Penelitian menggunakan metode survei dengan melakukan analisis deskriptif dan uji statistik, pengambilan sampel dengan metode sampel acak bertingkat, pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi yang berpedoman dari kuesioner. Metode analisis data : biaya produksi, penerimaan dan pendapatan. Kelayakan usahatani : RCR, BEPdan ROI. Mengetahui pengaruh biaya produksi terhadap pendapatan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian: 1). Pendapatan = Rp. 5.844.023/ha, 2). RCR 1,42. BEP (Q) = 1.817,09 kg/ha (riil = 2.579,48 kg/ha). BEP (Rp) = Rp. 5.407/kg (riil = Rp. 7.669/kg). BEP (PK) = Rp. 9.396.517/ha (riil = Rp. 19.777.365/ha). ROI = 42,09%. 3). Analisis Regresi Linier Berganda Y = -183.138,321 – 0,930X1ns – 2,337X2** - 9,221X3ns + 2,990X4** (X1 = benih, X2 = pupuk, X3 = pestisida, X4 = tenaga kerja), dan koefisien determinsai yang disesuaikan = 0,937. Kesimpulan: Usahatani menguntungkan, layak diusahakan. Ada pengaruh sangat nyata secara simultan biaya produksi (biaya benih, pupuk, pestisida) dan tenaga kerja terhadap pendapatan. Secara parsial biaya pupuk dan tenaga kerja berpengaruh terhadap pendapatan. Kata kunci : Usahatani Kedelai, Analisis, Kelayakan
Copyrights © 2018