Adhesi intraperitoneum paska laparotomi mengakibatkan obstruksi usus halus/ small bowel obstruction (SBO), infertilitas, serta nyeri kronik daerah pelvis. Sejumlah sitokin berperan dalam proses adhesi, diantaranya adalah IL-1β. Tingginya kejadian adhesi peritoneum meningkatkan angka mortalitas dan morbiditas, sehingga banyak studi dilakukan untuk memecahkan permasalahan ini. Pemberian terapi adjuvant seperti penggunaan vitamin E sebagai antioksidan dan omega-3 sebagai antiinflamasi, dapat berperan sebagai salah satu agen antiadhesi yang ideal. Mengetahui efek pemberian kombinasi vitamin E dan omega-3 topikal terhadap kadar IL-1β cairan peritoneum dan derajat adhesi intraperitoneum pada tikus wistar yang dilakukan abrasi ileum. Penelitian eksperimental post test control design. Wistar jantan (n = 24) dilakukan abrasi ileum, dibagi menjadi 4 kelompok: K (kontrol), P1 (vitamin E), P2 (omega-3), P3 (kombinasi vitamin E dan omega-3) topikal intraperitoneum. Pada hari ke-14 akan dilakukan relaparotomi dan evaluasi derajat adhesi intraperitoneum, serta penghitungan kadar IL-1β cairan peritoneum. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji beda Mann-Whitney. Uji Spearman digunakan untuk menganalisa korelasi derajat adhesi intraperitoneum dengan kadar IL-1β. Derajat adhesi intraperitoneum dan kadar IL-1β cairan peritoneum kelompok (P3) lebih rendah bermakna secara statistik (p<0,05), jika dibandingkan dengan kelompok kontrol (K) dan kelompok lainnya (P1 dan P2). Uji korelasi antara derajat adhesi intraperitoneum dengan kadar IL-1β cairan peritoneum menunjukkan adanya korelasi positif kuat dengan r=0, 574 (p<0,05). Pemberian kombinasi vitamin E dan omega-3 topikal intraperitoneum dapat menurunkan kadar interleukin-1β cairan peritoneum dan derajat adhesi intraperitoneum dibandingkan dengan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan tunggal. Kata-kata Kunci: adhesi intraperitoneum, IL-1β, vitamin E intraperitoneum, omega 3 intraperitoneum, abrasi ileum
Copyrights © 2017