Kematian bayi adalah salah satu indikator terpenting untuk mengukur keberhasilan program kesehatan ibu dan anak. Kematian bayi terkait erat dengan riwayat penyakit ibu selama kehamilan atau persalinan. Salah satu penyebabnya adalah hipertensi pada kehamilan, salah satunya jenisnya yaitu preeklamsia berat. Preeklampsia berat diduga kuat dapat mempengaruhi pertumbuhan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa antara preeklamsia berat dengan kejadian pertumbuhan janin terhambat (PJT) di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga periode Agustus 2013-Agustus 2015. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. R. Goeteng dengan mengumpulkan data rekam medis melalui pendekatan cross sectional. Subjek terdiri dari wanita hamil yang didiagnosis dengan preeklamsia berat di rumah sakit pada 2013-2015. Total sampel penelitian adalah 175 sampel. Data kemudian dianalisis dengan uji Chi Square. Ibu dengan PEB yang melahirkan bayi PJT sebanyak 25 orang dan ibu tanpa PEB yang melahirkan bayi sebanyak 4 orang. Berdasarkan analisis Chi Square, terdapat hubungan antara PEB dan PJT (p = 0,025). Terdapat hubungan yang signifikan antara preeklampsia berat dan pembatasan pertumbuhan intrauterin di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga pada 2013-2015 (p = 0,025).Kata Kunci: preeklampsia berat, pertumbuhan janin terhambat, kematian bayi
Copyrights © 2018