Sainteks
Vol 16, No 1 (2019): April

Pengujian Algoritma Load Balancing pada Virtualisasi Server

Dimara Kusuma Hakim (Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Sains,  Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia)
Johan Kun Riyanto (Program Studi Teknik  Informatika  Fakultas Teknik dan Sains,  Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia)
Achmad Fauzan (Program Studi Teknik  Informatika  Fakultas Teknik dan Sains,  Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia)



Article Info

Publish Date
18 Mar 2020

Abstract

User internet lambat laun semakin bertambah, dengan kebutuhan yang banyak atau informasi yang harus dicari melewati internet sekarang tidak lagi jadi masalah dengan adanya penyedia layanan informasi seperti website. Masalah datang ketika user yang sangat banyak kecepatan mengakses sebuah website dalam waktu yang bersamaan atau concurrent acces menjadi kendala. Hal itu bisa ditangani menggunakan metode load balancing dan juga virtualisasi server. Load balancing adalah metode atau teknik mendistribusikan beban traffic pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang. Agar traffic berjalan optimal dan stabil dan mengatasi c10k problem, yaitu mengoptimalkan socket jaringan pada saat menerima request mencapai 10 ribu koneksi dalam waktu yang bersamaan. Virtualisasi server adalah metode yang dilakukan untuk menjadikan beberapa server fisik menjadi satu wadah server fisik, untuk membagi beban komputasi dalam satu wadah server fisik. Hasil yang didapat dengan uji kecepatan akses secara bersamaan menggunakan aplikasi webserver stress tool dengan simulasi user yang berbeda-beda yaitu 25 user, 55 user, 75 user, 100 user, 125 user, 250 user dan 1000 user. Hasil dari uji kecepatan akses tersebut di uji lagi perbedaan rata-rata menggunakan uji ANOVA, yang yang mana memungkinkan peneliti untuk menguji hipotesis perbandingan rata-rata lebih dari dua kelompok dari algoritma round robin, weighted round robin dan leastconn dengan hasil, bahwa pada saat 25 dan 55 user algoritma round robin lebih baik dari pada weighted round robin dan leastconn, namun pada saat 75, 100, 125, 250 dan 1000 user algoritma weighted round robin lebih baik dan optimal dari pada algoritma round robin dan leastconn pada saat akses ribuan data dari web server dan algoritma leastconn tidak memberikan performa yang baik terbukti dari ketujuh pengujian dan simulasi yang berbeda tetap tidak memberikan hasil rata-rata yang kurang dari algoritma round robin dan weighted roundrobin. Dari ketujuh simulasi yang telah dilakukan. Maka penggunaan algoritma weighted round robin lebih baik dari pada round robin dan leastconn.Kata Kunci : Virtualisasi Server, Website, Proxmox, Load Balancing

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

sainteks

Publisher

Subject

Computer Science & IT Mechanical Engineering Medicine & Pharmacology

Description

Sainteks adalah jurnal yang menyajikan artikel hasil pemikiran dan penelitian di bidang sains dan teknologi. Sainteks merupakan jurnal peer reviewed dan open access. Sainteks diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sainteks mengundang para ...