Perkuatan struktur perlu dilakukan pada bangunan yang masih defisien desainnya. Salah satu jenis perkuatan yang dapat diberikan adalah dengan menggunakan damper. Penempatan damper secara seragam tidak selalu optimal. Oleh karena itu, diperlukan metode penempatan untuk efisiensi pengurangan interstory drift dan jumlah damper. Pada penelitian ini, dibandingkan performa dan efisiensi beberapa metode penempatan damper antara lain: Uniform, Simplified Sequential Search Algorithm-Modified (SSSAmod), Optimum Damper Allocation Method (ODAM), Fully Stressed Analysis/Redesign Procedure (Lavan A/R), dan Proposed Method (PM) pada bangunan uji. Dalam penelitian ini, digunakan salah satu wall-type damper, yaitu VSL Gensui Damper. Perbandingan akan dilihat dari dua indikator penelitian, yaitu interstory drift dan kerusakan sendi plastis. Selain itu, indikator penempatan damper menggunakan interstory drift maupun normalized interstory drift, tergantung pada metode yang digunakan. Dalam menganalisis bangunan uji, digunakan analisis riwayat waktu integrasi langsung nonlinear dengan beban gempa periode ulang 2500 tahun yang disesuaikan dengan respons sprektrum Kota Surabaya. Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa metode yang menggunakan indikator penempatan interstory drift mayoritas memperbaiki simpangan pada lantai dengan tingkat lunak, sedangkan metode dengan indikator penempatan yang ternormalisasi lebih dapat memperbaiki interstory drift secara menyeluruh. Dari kelima metode penempatan damper, tidak ada satupun yang unggul dalam memperbaiki kerusakan sendi plastis.
Copyrights © 2020