Peningkatan kinerja struktur bangunan adalah tujuan utamanya sehingga dibutuhkan perbaikan dengan mempertimbangkan biaya yang murah dan aman. Perbaikan ini dapat dioptimalkan dengan metode optimasi. Metode ini sangat berguna untuk mendapatkan struktur dengan hasil yang lebih efisien. Untuk mencari solusi yang optimal, permodelan struktur dapat disimulasikan secara sempurna. Tetapi pada kenyataannya, struktur selalu memiliki penyimpangan karena adanya ketidakpastian dan kecakan yang terjadi di lapangan. Faktor keacakan ini diperhitungkan dengan menggunakan metode Reliabilty-Based Design Optimization (RBDO) sehingga faktor reliabilitas suatu struktur diperhitungkan. Metode ini juga mensimulasikan sejumlah sampel acak dengan mempeherhitungkan ‘Safety Factor’. Simulasi sampel acak ini menggunakan metode Latin Hypercube Sampling (LHS). Fungsi objektif dari algoritma metaheuristik adalah untuk meminimalkan massa total struktur rangka batang baja terhadap constraints statis dan dinamis serta random variables yang dipakai seperti load (P), tegangan leleh material (σy) dari penampang rangka batang dengan memperhitungkan Probability of Success 99.8653%. Diuji berdasarkan studi kasus 25-bar-truss dan spesifikasi bangunan baja struktural Indonesia, SNI 1729:2015.Algoritma yang digunakan pada studi ini adalah: Particle Swarm Optimization dan Symbiotic Organisms Search. Algoritma-algoritma tersebut diuji pada studi kasus 25-bar truss serta pada batasan sesuai SNI 1729:2015. Performa dari algoritma tersebut diukur dari lima kriteria massa dan satu kriteria run time. Lima kriteria massa yang digunakan adalah massa terbaik, terburuk, rata-rata, standar deviasi, dan median dari struktur rangka batang baja. Hasil penelitian menunjukkan SOS memiliki performa lebih baik pada studi kasus 25-bar truss dan pada batasan sesuai SNI.
Copyrights © 2020