Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Vol. 9 No. 1 (2020)

EMISI KARBON PERMUKAAN TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH TROPIS (KABUPATEN BENGKULU SELATAN)

Wahyudi Febrianto Putra (Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam Universitas Bengkulu)
Zainal Muktamar (Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu)
Sigit Sudjatmiko (Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2020

Abstract

Karbondioksida (CO2) merupakan penyumbang utama gas rumah kaca karena jumlah emisi CO2 selalu mengalami peningkatan. Penelitian pengukuran emisi karbon di daerah tropis sebagian besar dilakukan pada tanah-tanah organik (tanah gambut), sedangkan Indonesia didominasi oleh tanah mineral. Kabupaten Bengkulu Selatan memiliki banyak jenis penggunaan lahan, menyebabkan perlunya penelitian untuk mengukur emisi karbon permukaan tanah pada beberapa tipe penggunaan lahan di daerah tropis (Kabupaten Bengkulu Selatan). Tujuan Penelitianadalahmengukur dan menganalisis tingkat emisi CO2 pada permukaan tanah dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi emisi CO2 pada permukaan tanah pada beberapa jenis penggunaan lahan di daerah tropis. Lokasi penelitian di Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan pada enam tipe penggunaan lahan yaitu jagung, kelapa sawit, hutan, sayuran, kopi dan karet. Metode pengukuran emisi CO2 yang digunakan adalah titrasi asam basah (Anderson, 1982). Hasil penelitian menunjukan emisi CO2 lahan jagung 5,05 sebesar kg/ha/hari, kelapa sawit 5,00 kg/ha/hari, sayuran 4,97 kg/ha/hari, karet 4,81 kg/ha/hari, kopi 4,80 kg/ha/hari dan hutan 4,76 kg/ha/hari. Besarnya nilai emisi CO2 pada lahan jagung, kelapa sawit dan dan sayuran disebabkan oleh pemberian pupuk pada lahan tersebut. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap emisi CO2 adalah kelembaban tanah dengan nilai korelasi -0,867 dan tingkat signifikan 0,025. Suhu tanah tidak memiliki korelasi yang kuat terhadap emisi CO2 karena nilai korelasi hanya 0,373 dan tingkat signifikan 0,466.

Copyrights © 2020