Penulisan kali ini merupakan hasil penelitian lanjutan dari serangkaian penelitian sebelumnya yang mengidentifikasi dua unsur desain yaitu warna dan bentuk dari serangkaian penelitian ragam hias batik yang ada di pulau Jawa, dengan adanya penelitian lanjutan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para desainer dalam mendesain produk-produk desain yang menjadi mengangkat nilai-nilai tradisi Indonesia (Batik) melalui motifnya. Dalam penulisan kali ini penulis mengangkat ragam hias batik Jawa Tengah. Ragam hias batik Jawa Tengah bersifat naturalis dan dipengaruhi berbagai kebudayaan diluar Jawa Tengah maupun asing. Warna-warna yang dipakai tampak lebih cerah bila dibandingkan dengan daerah Jawa lainnya. Motif yang dihasilkan banyak terinsiparsi dari alam. Ada dua wilayah di mana perajin batik lebih banyak ditemukan yaitu Semarang dan Pekalongan. Dalam penulisan ini penulis mengidentifikasi unsur visual bentuk dan warna ragam hias Jawa Tengah dengan batasan dua wilayah tersebut. Metodelogi Desain Nate Burgon & Adam Kallis diadaptasi dalam penelitian ini, yaitu konsep divergen dan konvergen, sampai menemukan detail masalah. Detail masalah yang dikembangkan dengan mengadaptasi teori unsur visual oleh Marvin Bartel yaitu analisis unsur visual bentuk dan warna motif yang sering muncul sehingga menjadi identitas awal motif ragam hias Jawa Tengah. Sehingga luaran yang dihasilkan berupa kesimpulan bentuk dan warna dasar yang menjadi ciri khas motif Ragam Jawa Tengah dengan studi kasus batik Semarang dan Pekalongan.Katakunci: Jawa Tengah, motif, ragam hias, bentuk, warna
Copyrights © 2018