Pemberdayaan merupakan salah satu strategi yang saat ini sedang banyak digunakan dalam pengembangan masyarakat. Pemberdayaan terkait dengan peningkatan pengetahuan dan peningkatan kekuasaan untuk mencapai kondisi berdaya. Kelompok difabel merupakan salah satu kelompok rentan dan sering menjadi subjek pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan ini mengarah pada penguatan ekonomi kelompok difabel melalui pembuatan sirup herbal dan tanggung jawab lingkungannya melalui pengolahan limbah dari hasil produksi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan ini adalah pelatihan dan pendampingan dimana hasilnya dijabarkan dalam deskripsi hasil. Dari hasil pelatihan berdampak pada pembukuan menjadi lebih tertib dan kelompok sudah dapat melaporkan keuangan dengan sederhana. Sedangkan untuk pelatihan pemasaran online berdampak ada peningkatan penjual sebesar 15% dari sebelumnya. Berkaitan dengan pendampingan yang dihasilkan adalah terjadi peningkatan pendapat telah mendapatkan hasil peningkatan pendapatan Rp. 150.000,- per minggu. Selain pendapatan dalam pendampingan di temukan bahwa terdapat upaya upcycle limbah ampas jahe menjadi hansinitizer dan pembuatan masker ramah difabel tuli dan wicara untuk mempermudah akses komunikasi. Kedua bentuk inovasi produk ini mengakar pada permasalahan pandemi covid-19 dan sebagai bentuk kontribusi inovatif kelompok difabel dalam pencegahan covid melalui pemanfaatan limbah. Kata Kunci : Inovasi, Limbah, Difabel, Pemberdayaan, CSR
Copyrights © 2020