Pelaksanaan program KTP Elektronik di Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu sampai akhir Desember 2012, menunjukkan capaian program yang hanya 62,23%. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan secara deskriptif berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi Kecamatan Putussibau Selatan dalam melaksanakan program perekaman KTP Elektronik.Penelitian ini menggunakan metode desktiptif kualitatif, dengan informan penelitian terdiri dari pelaksana program (Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu dan operator pelaksana) serta pemanfaat program (masyarakat wajib KTP).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kurang maksimalnya capaian implementasi perekaman KTP Elektronik di Kecamatan Putussibau Selatan adalah; Pertama, banyaknya data wajib KTP yang tidak sesuai dengan data dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), sehingga banyak wajib KTP yang tidak memiliki data valid. Kedua, kurang maksimalnya komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kecamatan, terutama menyangkut penyediaan tenaga operator.Ketiga, terbatasnya kemampuan SDM pelaksana program, hal ini disebabkan karena tenaga operator yang diangkat bukanlah tenaga operator professional.Keempat, kurang maksimalnya pelaksanaan sosialisasi, yang disebabkan luasnya wilayah Kecamatan Putussibau Selatan serta banyaknya penduduk di daerah hulu sungai yang masih cukup terisolasi, dan Kelima, masih terbatasnya sarana dan prasarana pendukung program, seperti alat perekam yang jumlahnya hanya 2 set, serta tidak maksimalnya dukungan listrik yang sering padam tanpa jadwal yang jelas. Kata kunci : Kebijakan, Implementasi Kebijakan, Program KTP Elektronik. ABSTRACT  Implementation of Electronic ID card program in the District of South Putussibau Kapuas Hulu until the end of December 2012, showed that only 62.23% was achieved. In this regard, this study aimed to reveal the constraints and problems faced in implementing the District of South Putussibau Electronic ID card recording programs. This study was descriptive qualitative with the Government of Kapuas Hulu and the implementing operator as well as the program beneficiaries as respondents. The study concluded that the lack of achievement of Electronic ID card recording program at South Putussibau were caused by: First, there were quiet a number of mandatory ID cards that did not match the data in the Population Administration Information System (SIAK), a substantial number of mandatory ID cards therefore did not have valid data. Second, there were inadequate communication and coordination between the district and sub-district governments, especially with regard to the provision of operators. Third, there were limited skilled program implementors, because the operators recruited were not professional enough. Fourth, there were not enough socialization, which caused the vast isolated South Putussibau districts and the number of residents in the upstream areas not being enough informed, and the Fifth, there were limited facilities and infrastructure to support the program, such as only two tape recorders were available without support, frequent power outages and no clear timetable. Keywords : Policy, Policy Implementation, Electronic ID Program.
Copyrights © 2014