Latar Belakang:Pada masa nifas atau sehabis bersalin ibu merasa lelah, harus istirahat dengan tidur terlentang untuk beberapa jam, kemudian baru boleh miring kanan dan kiri untuk mencegah thrombosis dan tromboemboli ( Indriyani, 2013). Untuk mencegah ini ibu post partum harus melakukan mobilisasi dini (Wulandari,2011). Ibu nifas akan lebih sehat dan kuat dengan mobilisasi dini, karena otot-otot panggul dan perut akan kembali normal sehingga menjadi kuat dan mengurangi rasa sakit, fungsi usus dan kandung kencing lebih baik dan mempercepat organ-organ tubuh kembali seperti semua dan memperlancar sirkulasi darah menjadi normal atau lancar.Tujuan Penelitian:Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu nifas dalam pelaksanaan mobilisasi dini.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian survey cross sectional.Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas normal hari pertama pada bulan Juli – Agustus 2013 sebanyak 30 ibu nifas. Hasil Penelitian:Sebagian besar responden berumur antara 20-35 tahun dan melakukan mobilisasi dini sebanyak 36,7%, berpendidikan menengah dan melakukan mobilisasi dini sebanyak 33,3%, ibu bekarja dan melakukan mobilisasi dini sebanyak 50%, Multipara dan melakukan mobilisasi dini sebanyak 43, tidak mengikuti budaya dan melakukan mobilisasi dini sebanyak 50%.Kesimpulan:Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan mobilisasi pada ibu nifas yaitu ibu yang bekerja, tidak mengikuti budaya, multipara, umur dan pendidikan.Kata Kunci: Ibu nifas, Mobilisasi
Copyrights © 2015